Terbaru 18 September 2014 -
21:26 WIB
Indonesia menyatakan siap sebagai
tuan rumah Asian Games 2018 yang diharapkan dapat dijadikan momentum untuk
mereformasi birokrasi olah raga yang dianggap bermasalah.
Ketua Umum Komite Olimipiade
Indonesia, KOI, Rita Subowo, menyatakan tekad Indonesia untuk menggelar
perhelatan olah raga terbesar di Asia ini "bersih dari masalah
korupsi".
"Kita ingin melaksanakan clean
(bersih) dari doping, clean corruption (bersih dari korupsi), dan
terakhir untuk perbaikan ekonomi," kata Rita Subowo kepada wartawan BBC
Indonesia, Heyder Affan, Kamis (18/09) sore.
Menurut Rita, keputusan Olympic
Council of Asia terhadap keputusan Indonesia menjadi tuan rumah Asian Games
(AG) 2018 akan digelar 20 September 2014.
Rita Subowo menepis tudingan
Indonesia terlalu ambius menjdi tuan rumah pesta olah raga itu di tengah
keterbatasan yang ada. "(Tudingan) Itu salah," tegas Rita.
Menurutnya, Indonesia diberi peluang
menjadi tuan rumah AG 2018 setelah calon pertama tuan rumah yaitu Vietnam
mengundurkan diri.
"Jadi bukan soal ambius atau
non ambisius. Tapi kita siap menjadi tuan rumah dan kita sudah didatangi tim
OCA sebanyak dua kali," ungkapnya.
Reformasi
birokrasi olah raga
"Kita ingin melaksanakan clean
(bersih) dari doping, clean corruption (bersih dari korupsi), dan terakhir
untuk perbaikan ekonomi."
Indonesia terakhir menjadi tuan
rumah Asian Games pada tahun 1962, dan saat itu tampil sebagai peraih medali
emas terbanyak setelah Jepang.
Wartawan senior harian Kompas,
Budiarto Shambazy, mengatakan, dia mendukung langkah Indonesia menjadi tuan
rumah Asian Games, karena acara ini dapat dijadikan momentum untuk mereformasi
birokrasi olah raga.
"Pasang target, jelas
anggarannya, jangan dikorupsi, struktur (birokrasi)-nya satu saja... Saya yakin
kalau itu dipatuhi, indikatornya jelas, kita pada Asian Games 2018 bisa
berbicara lebih banyak," kata Budiarto Shambazy kepada wartawan BBC
Indonesia, Heyder Affan.
Indonesia mengirim 186 atlet ke
Asian Games Incheon dengan target masuk 10 besar.
Kritikan terhadap dunia olah raga
Indonesia tidak semata ditujukan kepada rendahnya prestasi para atlet atau
sarana olahraga yang minim, tetapi juga dunia birokrasi olah raga yang dianggap
bermasalah.
Kasus korupsi milyaran Rupiah yang
menyeret pejabat nomor satu di kementerian olah raga adalah buktinya.
Target
10 besar Asian Games 2014
Hari Jumat (19/09), pesta olah raga
Asian Games di Incheon, Korea Selatan, akan resmi dibuka dan Indonesia
menargetkan sembilan medali emas dan masuk 10 besar.
"Kita ingin perbaikan peringkat
dari Asian Games sebelumnya," kata Ketua Umum Komite Olimipiade Indonesia,
KOI, Rita Subowo.
Di perhelatan olah raga terbesar di
benua Asia ini, Indonesia mengirim 187 atlet dengan target masuk 10 besar.









0 komentar:
Posting Komentar