Susi Susanti (kiri), Hariyanto Arbi, Christian Hadinata, Fung Permadi, dan Yoppy Rosimin (Foto: Firdaus Kresna Putra/Okezone)
KUDUS - Penikmat olahraga bulutangkis di Indonesia
mungkin sangat merindukan kembali jayanya bulutangkis di nomor tunggal
putri. Sebagai negara yang memiliki sejarah gemilang seharusnya
Indonesia dapat menghapus kerinduan itu.
Hal tersebut diungkapkan
legenda bulutangkis Indonesia, yang kini menjadi staf pengajar di
Perkumpulan Bulutangkis (PB) Djarum, Christian Hadinata, saat jumpa pers
di GOR Jati, Kudus, Kamis (4/9/2014).
Hadinata berharap audisi
umum yang digelar PB Djarum ini dapat menyaring bibit-bibit penerus
kejayaan Indonesia, khususnya di tunggal putri
. "Saya berharap bisa
mendapatkan bibit unggul di sini untuk dibina dalam beberapa tahun ke
depan. Tentu saja tujuan kami untuk berprestasi di kancah
internasional,” ucap Hedinata.
PB Djarum merupakan salah satu
klub pembinaan dengan tradisi baik dalam menghasilkan para pebulutangkis
handal Tanah Air. Namun hal itu berubah dalam tiga tahun belakangan
ini, di mana klub yang bermarkas di Kudus, Jawa Tengah itu mengalami
hambatan dalam mencari bakat muda di tunggal putri. Alhasil mereka
sempat beralih ke sektor ganda.
Maria Kristin menjadi atlet
terakhir di tunggal putri yang disumbangkan oleh PB Djarum ke Cipayung.
Bahkan dua tumpuan tunggal putri saat ini, Bellaetrix Manuputty dan
Linda Wenifanetri bukan berasal dari PB Djarum
Langganan:
Posting Komentar (Atom)










0 komentar:
Posting Komentar